bonsai planetary

Subtitle

6 Jenis Tanaman Hias Bagus untuk Dijadikan Bonsai

A.
bonsai dari Asam Londo
  

  Tanaman asam londo sebenarnya sangat mirip dengan asam Jawa. Yang membedakannya adalah  asam londo merupakan tanaman yang berasal dari luar negeri sedangkan asam Jawa adalah tanaman asli dari nusantara. Tanaman yang satu ini sengaja didatangkan dari luar negeri khusus untuk membuat tanaman bonsai.

Salah satu kelebihan dari pohon asam londo yakni memiliki umur yang panjang, batang yang kokoh dan bentuk yang unik. Oleh karena itulah banyak orang yang menggunakan tanaman ini sebagai tanaman bonsai.


B.
bonsai dari beringin karet

 

  Tanaman ini memiliki batang yang mudah untuk dibentuk. Hal ini karena batang pohon beringin karet mempunyai karakteristik lentur seperti karet. Bentuk pohon beringin mempunyai bentuk yang bagus dan menarik sehingga sangat cocok untuk dibuat tanaman bonsai. Selain itu pohon ini juga memiliki daun yang lebat sehingga akan menjadi bonsai yang sangat unik dan menarik. Pohon beringin banyak ditanam di sekitar rumah untuk dijadikan tanaman hias sekaligus sebagai tempat bernaung.


C.bonsai dari cemara duri

  Secara umum cemara merupakan tanaman yang memiliki tektur kayu keras serta serat kayu melingkar yang unik. Pohon ini bisa hidup sangat lama bahkan ada yang bisa bertahan sampai ratusan tahun. Oleh karena itulah banyak yang menggunakan pohon ini sebagai tanaman bonsai.


D.
bonsai dari tanaman santigi

   Di Taiwan tanaman ini jenis ini sangat populer untuk dijadikan bonsai, sedangkan di Indonesai masih belum banyak yang tahu. Hal ini dikarenakan santigi tergolong jenis tanaman yang belum lama digunakan sebagai bonsai. Santigi memiliki 2 jenis yakni santigi gunung dan santigi laut, jenis yang pertama hidup di habitat dekat pantai sedangkan yang kedua menyukai daerah tinggi.

Santigi gunung berbunga lebih besar dengan warna merah bagus. Santigi laut biasanya lebih kerdil dan penampilan tanamannya lebih bagus se

bagai bonsai. Untuk mendapat bonsai santigi yang apik, daun-daunnya yang tumbuh berlebih harus rajin dipangkas.


E.bonsai dari bunga bougenville


 Daya tarik dari bonsai yang satu ini terletak pada bunganya yang sangat ini. Bunga bougenville biasanya mempunyai warna cerah yang sangat mempesona. Apalagi bila bonsai dari tanaman ini dipenuhi dengan bunga begitu lebat, akan tampak sangat indah. Tanaman ini memiliki banyak variasi warna bunga, diantaranya adalah warna ungu, merah cerah, jingga dan putih.


F.bonsai dari pohon azalea


  Tanaman azalea merupakan tanaman dengan bunga yang sangat indah. Pohon ini memiliki bunga dengan warna cerah yang menawan. Tanaman ini banyak dibuat bonsai di negara asalnya yakni Cina. Sedangkan di Indonesai belum banyak yang menggunakan tanaman ini sebagai bonsai. Warna merah pada bunga ini sangat dominan, oleh karena itu banyak dari etnis Cina yang menyukai bonsai dari tanaman ini.





 Cara menaruh Pohon Bonsai ke Pot

  1. 1.Siapkanlah pohonmu. Jika kamu baru saja membeli bonsai dari toko dan diletakkan di pot plastik yang tidak menarik atau kamu sudah memelihara bonsai dan ingin meletakkannya di pot yang tepat, maka kamu harus menyiapkannya sebelum ditransplan. Pertama, pastikan pohonmu telah dipangkas sesuai keinginanmu. Jika kamu ingin pohon itu tumbuh sesuai keinginanmu, bungkuslah dengan kawat di sekitar pohon atau cabangnya ke arah pertumbuhan yang kamu inginkan. Pastikan pohonmu sedang berada dalam kondisi prima sebelum ditransplantasi ke pot baru karena ini merupakan proses yang melelahkan bagi tanamanmu.
    • Ketahuilah pohon dengan siklus hidup musiman (kebanyakan pohon yang gugur) lebih baik ditransplan pada musim semi. Kenaikan temperatur di musim semi menyebabkan kebanyakan tanman memasuki fase di mana pertumbuhannya lebih cepat, yang berarti mereka akan pulih dari pemangkasan dan pemotongan akar lebih cepat.
    • Kamu harus mengurangi penyiraman sebelum perpindahan pot. Tanah yang gembur dan kering akan lebih mudah dipindahkan dibandingkan tanah yang basah. 

  2. 2.Cabut pohonnya dan bersihkan akarnya. Berhati-hatilah ketika memindahkan pohon dari potnya, pastikan untuk tidak mematahkan batang utamanya. Mungkin anda akan menggunakan sekop untuk mengeluarkan tanamanmu. Akarnya mungkin akan terpotong sebelum kamu memindahkan pohonmu. Namun, untuk memudahkannya, bersihkanlah kotoran yang menempel pada akarnya. Bersihkan akarnya, buanglah kotoran yang mengganggu penglihatanmu. Penggaruk akar, sumpit, pinset, dan alat serupa akan berguna untuk membantu proses ini.
    • Akarnya tidaklah harus sengat bersih – cukup bersih sehingga kamu bisa melihatnya ketika kamu memangkasnya.

  3. 3.Pangkaslah akarnya. Jika pertumbuhannya tidak terkendali, pohon bonsai dapat menguasai potnya. Untuk memastikan pohon bonsaimu dapat ditangani dan rapi, pangkaslah akarnya ketika kamu akan meletakkannya di pot. Potonglah akar yang tebal, besar dan menghadap ke atas, tinggalkan akar yang panjang, ramping dan berada di dekat permukaan tanah. Air akan diserap melalui ujung akar, sehingga banyak helaian akar akan lebih baik dibandingkan yang besar jika kamu memelihara di pot yang kecil.

  4. 4.Siapkan pot. Sebelum meletakkan pohonmu di pot, pastikan dasar potnya masih baik, tanah yang akan dimasukkan membuat ketinggian yang diinginkan. Di dasar pot kosongmu, tambahkan lapisan tanah yang kasar sebagai dasarnya. Lalu, tambahkan media tanam atau tanah yang baik di atasnya. Gunakan tanah atau media tanam yang menyalurkan air dengan baik – tanah kebun bisa menampung terlalu banyak air dan menenggelamkan pohonmu. Sisakan sedikit tempat untuk meletakkan akar pohonmu.

  5. 5.Letakkan pohonmu di pot. Letakkan pohonnya sesuai orientasi yang kamu inginkan. Setelah menambahkan tanah yang baik ataupun media tanam lainnya, pastikan semua akar tanaman tertutupi. Atau kamu bisa menambahkan lumut atau batu kerikil. Selain untuk estetika, hal ini dapat mempertahankan pohonmu tetap di tempatnya.
    • Jika pohonmu tidak dapat berdiri di pot barunya, gunakanlah kawat dari bawah pot melalui lubang. Ikatlah kawat itu di sekitar akar untuk mengikat tanaman itu.
    • Kamu harus menambahkan jaring-jaring di atas lubang untuk mencegah tanahnya jatuh, yang dapat terjadi ketika kamu menyiraminya, kemudian air akan membawa tanah keluar melalui lubang.

  6. 6.Rawatlah pohon bonsaimu. Pohon barumu baru saja melalui proses yang traumatis. Selama 2-3 minggu setelah kamu mengganti potmu, letakkan di area yang cukup berbayang, terlindung dari angin dan cahaya matahari langsung.  Siramlah pohonmu, tapi jangan gunakan pupuk sampai akar pulih. Dengan membiarkan pohonmu "bernapas" setelah pergantian pot, kamu membiarkannya beradaptasi di rumah barunya, dan berkembang.
    • Seperti yang telah disebutkan di atas, daun pohon dengan siklus hidup tahunan mengalami periode jika mengalami intensif pertumbuhan di musim semi. Karena itu, sebaiknya mengganti pot pada musim semi setelah musim dingin berakhir. Jika pohonmu merupakan tanaman di dalam ruangan, setelah pemangkasan akarnya, kamu harus meletakkannya di luar ruangan di mana tempatur lebih tinggi dan cahaya matahari yang lebih banyak dapat memicu "kecepatan pertumbuhan. "
    • Ketika pohon bonsaimu sudah tertanam, kamu mungkin ingin berksperimen dengan menambahkan tanaman kecil lainnya di pot. Jika ditata dan dipelihara dengan hati-hati, tambahan ini mungkin akan meningkatkan estetikanya. Cobalah gunakan tanaman yang berasal dari area yang sama dengan pohon bonsaimu sehingga air dan cahaya yang dibutuhkan akan mendukung semua tanaman yang ada di pot itu.